Langsung ke konten utama

Maju Ke Depan



“Namun, untuk menjalani hidup yang penuh kita harus belajar rela melepaskan dan terlepas dari masa lalu. Kita tidak dapat menjalani hidup dengan berjalan ke belakang dengan selalu menengok apa yang sudah lewat. Alih-alih, kita perlu memandang ke depan, ke masa depan kita dan seluruh kemungkinan yang tersaji untuk kita, betapapun menakutkannya itu. (Anwar, Desi . Hidup Sederhana : 94)
Hari ini, tepatnya mulai dari kemarin saya merasa sedih, saya merasa bodoh lagi, walaupun bukan masalah cinta-cintaan roman tapi saya akui ini menyangkut perasaan. Saya merasa diingatkan masa lalu, hal ini menganggu aktivitas saya. Saya malas bekerja dan merasa sedih. Akhirnya saya membuka buku Desi Anwar  berjudul Hidup Sederhana, tanpa berniat membaca kisah masa lalu atau mencari pelarian dan sebagainya, tapi kebetulan berkata lain, Melangkah ke depan sub judul saying saya baca malam ini. 
Saya menjadi cengeng jika mengingat masa lalu, entah itu dalam hal percintaan, lingkungan tempat tinggal, pertemanan bahkan perjalanan-perjalanan singkat saya dengan beberapa teman. Bukan kenangan bahagia saja yang saya rangkum kembali, tapi keresahan dan kekecewaan masa lalu yang mengganggu. Mau diapakan lagi toh masa lalu sudah lewat, walaupun kita sesali akhirnya percuma dan sia-sia.
Saya menyadari betul bahwa hidup harus jalan ke depan, saya alihkan kesedihan saya dengan mendengarkan musik, scrolling time line, baca buku dan lain lain kegiatan pengalih kesedihan saya. Tai saya yakin masa depan yang diatur olehNya lebih indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nona atau nyonya di rumah sakit

Hari ini saya mengantarkan kawan, Titi namanya. Titi mengalami  sakit saat datang bulan, ia pernah berobat di Rumah Sakit Bethesda, duku mendapatkan vonis seperti myom. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk Titi ialah menikah terlebih dahulu, setelah itu baru bisa di tindak lanjuti.

diskon akhir bulan

Hari ini saya disuruh ibu untuk pergi ke sebuah Toko retail paling ternama di kota ini, rupanya ibu membaca sebuah Koran harian lokal yang memuat iklan diskon di pusat perbelanjaan tersebut. Ibu tertarik, soalnya dalam iklan tersebut tertulis “beli dua dapat satu”. Akhir bulan, uang sedang menipis hanya cukup untuk makan, ibupun belum gajian, tetapi karena termakan iklan tersebut ibu memaksa saya membelikan sandal, jika beli dua yang berarti dapat tiga maka  satu untuk ibu, satu untuk kakak perempuan saya dan satu bagian lagi tentu untuk saya. Promosi di akhir bulan ini bisa jadi sebuah musibah bagi yang menerima gaji di awal bulan tetapi memiliki hasrat belanja tinggi, juga musibah bagi penerima gaji di akhir bulan lalu habis dibelanjakan begitu saja. Sayateringat waktu kerja di kabupaten terpencll, saya mungkin sebulan sekali pergi ke kota dan sayapun mikir dua kali untuk belanja. Jaraka dan media meskipun di pedalaman, akhir bulan, dan uang pas-pasan sungguh tidak menja...

perempuan hebat

Saya Ngefans Mbaknya. .   . Pagi ini saat saya membuka laman facebook, salah satu istri dari teman saya memposting cukup panjang di status facebooknya. Biasanya saya cukup malas mengamati postingan-postingan teman saya yang tidak lebih dari sekedar keluhan, harapan atau doa-doanya yang diketik di statusnya, akan tetapi postingan istri teman saya ini cukup menarik, dan setelah saya membacanya pun dalam hati “Aku ngefans karo mbak’e iki.” Postingan dia adalah postingan akan keresahan sebagai kakak yang merasa gagal menjaga adiknya, juga dengan kondisi orang tua yang sudah tidak lagi sehat seperti dulu, si adik sedang terkena musibah yang mungkin bisa saja dianggap aib oleh orang-orang sekitar. Adik dari istri teman saya tersebut hamil di luar pernikahan, dan latar belakang keluarganya merupakan muslim yang taat. Oke dari cerita singkat ini kita tidak bolek asal melakukan tuduhan-tuduhan miring, karena kita tidak tau pasti ada apa dibelakangnya. Saya kagum terhadap sosok ka...