Langsung ke konten utama

Perubahan!

Ada yang bilang, kalau kamu pingin berubah, ubahlah dari kebiasaan kecil, karena integritas seseorang terlihat dari hal-hal kecil, atau remeh temeh yang dijalani. Mendengar pernyataan tersebut saya sedikit tertohok, dan berpikir berulang kalau saya ini belum berubah. Sejak sekolah dasar hingga di bangku kuliahpun saya belum bisa bangun pagi, beres-beres rumah, maupun nyiapin ini itu.Tak anya itu saja, banyak yang mengatakan perubahan diri juga diawali dari cara kamu membahagiakan orang lain, dari senyum kecil atau meringankan beban orang lain.
Kalau boleh diputar ulang, selama hampir 25 tahun ini saya bisa dibilaang berhasil ini-itu, mungkin bisa membantu orang lain dengan sedikit tanaga, tapi perubahan besar buat saya sendiri belum terlihat. Duh, bisa saa saya ini dianggap kurang bersyukur, toh teman seumuran saya juga masih banyak yang belum ngapa-ngapain. Tapi sepertinya standart hidup kita itu emang ditentuin sama orang lain, lingkungan, dan omongan orang sekitar.
 Mungkin usia pertengahan duapuluhan ini masa bingung-bingungnya orang, ada yang sudayh sukses di karir tapi bingsung soal kehidupan pernikahan. Nah saya ini tergolong bingung keduanya, mau cerita ke teman toh diketawakan, cerita ke orang rumah saya yang di suruh berubah mendekat ke agama atau berusaha lebih keras. Seolah di usia seperti inilah tidak ada yang peduli dengan kita *tepokin jidat*
Harusnya lebih banyak bersyukur aja sama yang di atas, soalnya udah di kasih hidup yang asyik-asyik aja, ga perlu mikir berat buat makan apa esok hari, dan masih dikaruniai beberapa teman yang sepemikiran. :))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

nona atau nyonya di rumah sakit

Hari ini saya mengantarkan kawan, Titi namanya. Titi mengalami  sakit saat datang bulan, ia pernah berobat di Rumah Sakit Bethesda, duku mendapatkan vonis seperti myom. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk Titi ialah menikah terlebih dahulu, setelah itu baru bisa di tindak lanjuti.

diskon akhir bulan

Hari ini saya disuruh ibu untuk pergi ke sebuah Toko retail paling ternama di kota ini, rupanya ibu membaca sebuah Koran harian lokal yang memuat iklan diskon di pusat perbelanjaan tersebut. Ibu tertarik, soalnya dalam iklan tersebut tertulis “beli dua dapat satu”. Akhir bulan, uang sedang menipis hanya cukup untuk makan, ibupun belum gajian, tetapi karena termakan iklan tersebut ibu memaksa saya membelikan sandal, jika beli dua yang berarti dapat tiga maka  satu untuk ibu, satu untuk kakak perempuan saya dan satu bagian lagi tentu untuk saya. Promosi di akhir bulan ini bisa jadi sebuah musibah bagi yang menerima gaji di awal bulan tetapi memiliki hasrat belanja tinggi, juga musibah bagi penerima gaji di akhir bulan lalu habis dibelanjakan begitu saja. Sayateringat waktu kerja di kabupaten terpencll, saya mungkin sebulan sekali pergi ke kota dan sayapun mikir dua kali untuk belanja. Jaraka dan media meskipun di pedalaman, akhir bulan, dan uang pas-pasan sungguh tidak menja...

perempuan hebat

Saya Ngefans Mbaknya. .   . Pagi ini saat saya membuka laman facebook, salah satu istri dari teman saya memposting cukup panjang di status facebooknya. Biasanya saya cukup malas mengamati postingan-postingan teman saya yang tidak lebih dari sekedar keluhan, harapan atau doa-doanya yang diketik di statusnya, akan tetapi postingan istri teman saya ini cukup menarik, dan setelah saya membacanya pun dalam hati “Aku ngefans karo mbak’e iki.” Postingan dia adalah postingan akan keresahan sebagai kakak yang merasa gagal menjaga adiknya, juga dengan kondisi orang tua yang sudah tidak lagi sehat seperti dulu, si adik sedang terkena musibah yang mungkin bisa saja dianggap aib oleh orang-orang sekitar. Adik dari istri teman saya tersebut hamil di luar pernikahan, dan latar belakang keluarganya merupakan muslim yang taat. Oke dari cerita singkat ini kita tidak bolek asal melakukan tuduhan-tuduhan miring, karena kita tidak tau pasti ada apa dibelakangnya. Saya kagum terhadap sosok ka...