Langsung ke konten utama

hal kecil pun bisa membuat orang lain



Hari ini saya tersadar bahwa hal kecil yang kita lakukan ternyata bisa membahagiakan orang lain, minimal membuat mereka tersenyum. Saya baru percaya omongan Pak Mario Teguh dalam golden ways-nya atau kata-kata mutiara dari buku chicken soup of the soul, hahaah telat sekali.
Pagi ini saat saya membuang sampah di depan rumah, ada tetangga yang lewat mengendari sepeda motor, sang anak perempuan yang usianya sekitar tujuh tahun dibonceng di depan, dan si ibu menggendong anak lelaki yang berusia dua tahun. Anak-anak tersebut menengok kearah saya dan seolah ingin mendapatkan perhatian, sambil berkata pada ayah mereka ..” itu kakk”.. karena saya mendengra si kakak perempuan menyebut namaku,  karena  jarak halaman depan dan jalan yang agak berjauhan saya lambaikan tangan dan tersenyum dengan mereka, anak-anak kecil itupun sangat senang, berkali-kali menengok kebelakang, tersenyum dan melambaikan tangannya. Sampai saat ini kalau bertemu saya anak kecil itu tanpa malu-malu berteriak menyebut nama saya juga tak lupa melambaikan tangyan meski motor mereka telah melaju  agak jauh dari rumahku. Kebahagiaan mereka , senyum mereka sama halnya dengan kebahagiaanku mendapatkan senyum dari anak-anak kecil itu.
Hal-hal sepal seperti ini kadang kita lewatkan dalam kehidupan sehari-hari kita, kita terlalu sibuk dengan aktifitas kita yang mungkin hanya kita dan Tuhan yang tahu hahaha, atau sibuk dengan bersosial media menyapa teman di ujung pulau sana.
Setiap kali melihat senyuman dan lambaian anak kecil itupun saya juga tersentil, karena selama ini kurang banyak memberikan perhatian kecil kepada orang banyak, saya hanya terfokus kepada kerabat, teman akrab, teman yang saya anggap cocok saja. Saya seperti orang yang kurang interaksi dengan lingkungan sekitar, walaupun tidak diragukan lagi dalam tahun ini saya telah menjelajah beberapa kota hingga keluar pulau.
Mulai saat ini saya akan berjanji untuk memberikan perhatian kecil pada orang sekitar , percayalah melihat senyuman orang lain karena apa yang kita perbuat tidak ada yang mengalahkan indahnya. Selamat mencoba J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

patner baru

30 oktober 2016 Setelah beberapa bulan tidak menulis blog, saya memutuskan untuk menulis kembali. Yaaay bulan memasuki bulan November dan akhir tahun saya merasa bahagia meskipun sibuk dan menua. Kesedihan saya sudah hilang, dengan kata lain sekarang saya memiliki patner baru walaupun tidak berapa lama kemudian harus dipisahkan jarak, tapi apalah jarak tak lagi menjadi masalah. Masalah lain justru muncul seperti masalah-masalah sebelumnya, hal hal yang membuat saya insecure huhu, biasalah wanita cewek yang memasuki fase usia 27 setelah krisis seperempat abad dan memasuki krisis-krisis lainnya. Oke hal tersebut bisa di skip. Tapi masalah yang sama dengan orang yang berbeda membuat saya berpikir ulang jangan-jangan kesalahan ada dalam diri saya sendiri :’( Toh rencana tetaplah rencana, kita hanyalah manusia dan Tuhan yang menentukan J .. !! Selamat berakhir pekan.

Axiety Tidak Kunjung Hilang

 Secara sadar saya telah mencoba untuk keluar dan mulai belajar self healing menghilangkan anxiety, menambah banyak pekerjaan, membaca buku, menulis, mendengarkan lagu, main game atau menonton youtube. Akan tetapi kondisi kesehatan fisik yang tidak memungkinkan untuk banyak gerak membuat saya biasa-biasa saja dan kembali lagi pada pikiran ketakutan, panik, dan cemas akan masa depan.  Bermula dari rasa kehilangan yang berulang, membuat saya tidak bisa berpikir jernih untuk menatap masa depan lebih baik, atau setidaknya berpikir semua orang berhak bahagia kok, kita saja belum. Teman dan keluarga pun menyadarkan saya untuk lebih mendekat ke agama atau lebih religius dalam beribadah, tapi ketenangan jiwa sendiri tidak saya temui disitu.  Ada satu kata-kata seorang Monk yang tidak sengaja saya baca di facebook, bahwa kesedihan itu bersifat sementara, kebahagiaan pun juga bersifat sementara, jadi bagaimana dengan diri kita menyikapinya. 

kerja di kebun binatang

Nah usia sudah menginjak sepermpat abad, tetapi pilihan-pilihan untuk menata karir yang pasti belum terpikirkan, msih bercabang mikir kesana dan kesini.Yaa akhirnya saya memilih meninggalkan pekerjaan lebih tepatnya bersama lingkungan yang lama untu memasuki pekerjaan baru, yang mungkin lebih memberikan hasil bagi saya. Cita-cita yang tidak mentok setelah kerja membuat bingung pijakan apa buat lompatan selanjutnya.  Nah mungkin masalah galau pekerjaan bukan cuma saya saja yang mengalami, tetapi juga rekan sekitar saya. Kami ingin berkembang melalui wirausaha tapi orang tua belum cukup percaya.  Usaha pun kembali saya rintis dengan teman-teman juga dimulai dengan modal alakadarnya, hasilnya belum diketahui. Mungkin tulisan ini sedikit curhatan galau tidak menarik bagi saya, tapi kalau boleh di ulang atau diingat lagi, saya mulai malas bekerja karena terakhir pekerjaan saya cukup menyenangkan, adaptasi dengan pekerjaan kantoran cukup rumit. Oh bisa saja bukan pada adaptasi ...