Langsung ke konten utama

20 things to do !!

Sudah lama sekali rasanya tidak menulis untuk diri sendiri, berbagi dengan diri tentang apa yang kita dapat, mengajak tubuh untuk berbicara apakah ada yang kurang berkenan dari perlakuan kita. Rencananya saya ingin menuliskan dua puluh hal yang ingin saya ubah dari dalam hidup mulai sekarang, ide ini muncul ketika saya membaca buku chicken soup of the soul , Sungguh terdengar klise dan mengada-ada, akan tetapi bebrapa bulan terakhir ini saya sudah mengalami kesepian jiwa dan mulai memasuk masa pendewasaan.
Saya merasa sangat perlu untuk mengubah diri menjadi lebih baik, dengan mencoba bebrapa hal kecil untuk setahun mendatang, inilah cita-cita sederhana saya :
1.       Memulai meditasi setiap sebelum tidur bertujuan membuang amarah
2.       Mandi lebih pagi daripada biasanya, dan usaha mandi du kali sehari ketika badan sehat
3.       Tidur lebih awal, tidak diatas pukul dua belas malam
4.       Tidak memakan daging merah ataupun unggas , telur dan susu
5.       Membaca buku setidaknya 10 halaman perhari
6.       Rajin menulis setiap hari apapun itu
7.       Belajar bahasa inggris dan memahaminya
8.       Meninggalkan hal – hal yang menyakitkan (apaan ini)
9.       Menentukan tujuan travelling bersama kawan
10.   Menabung
11.   Bercocok tanam
12.   Jogging
13.   Belajar renang
14.   Bersepeda
15.   Belajar memasak
16.   Silahturahmi dengan kawan lama
17.   Mendownload lagu yang hanya Tuhan dan penyanyinya yang tau maknanya
18.   Belajar memotret
19.   Mencatat hal – hal kecil
20.   Lebih mencintai dan memperhatikan diri sendiri

Baiklah itu semu daftar impian saya mulai dari umur 24, 6 bulan ini semoga bisa diterapkan kedepannya, dengan semakin bertambahnya usia :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

patner baru

30 oktober 2016 Setelah beberapa bulan tidak menulis blog, saya memutuskan untuk menulis kembali. Yaaay bulan memasuki bulan November dan akhir tahun saya merasa bahagia meskipun sibuk dan menua. Kesedihan saya sudah hilang, dengan kata lain sekarang saya memiliki patner baru walaupun tidak berapa lama kemudian harus dipisahkan jarak, tapi apalah jarak tak lagi menjadi masalah. Masalah lain justru muncul seperti masalah-masalah sebelumnya, hal hal yang membuat saya insecure huhu, biasalah wanita cewek yang memasuki fase usia 27 setelah krisis seperempat abad dan memasuki krisis-krisis lainnya. Oke hal tersebut bisa di skip. Tapi masalah yang sama dengan orang yang berbeda membuat saya berpikir ulang jangan-jangan kesalahan ada dalam diri saya sendiri :’( Toh rencana tetaplah rencana, kita hanyalah manusia dan Tuhan yang menentukan J .. !! Selamat berakhir pekan.

kita cari uang

Ya saya tepat hampir enam bulan nganggur, tanpa penghasilan isinya main doang. Setiap pagi sehabis bangun tidur sekitar pukul 07.30 saya menyirami halaman juga beberapa tumbuhan dengan air sisa cucian, menjelang siang saya mandi. aktivitas sehari-hari di Rumah yaitu internetan dan tidur, kadang main dengan kawan lama. Kalau ditanya bosen atau tidak menganggur, tentu saya bosan. Saya tidak berpenghasilan sama sekali, hanya mengandalkan jula-beli barang bekas yang tidak seberapa, belum lagi akhir-akhir ini saya tidak jalan ke klithikan. Pasar klitikan yang biasanya saya kunjungi kabarnya terbakar. Mau dikata apa? Sosok teman saya semasa kuliah yang biasa-biasa saja, seperti malas mengerjakan tugaspun kini telah bekerja. Relasi antara pengangguran dan pekerja pun menjadi semakin menjauh.Teman saya yang sudah bekerja kini memandang saya (mungkin ini perasaan saya saja), seorang pengangguran yang mals-malasan dan tidak mau mencari pengalaman, nah di sisi lain mungkin juga beberapa teman se...

Axiety Tidak Kunjung Hilang

 Secara sadar saya telah mencoba untuk keluar dan mulai belajar self healing menghilangkan anxiety, menambah banyak pekerjaan, membaca buku, menulis, mendengarkan lagu, main game atau menonton youtube. Akan tetapi kondisi kesehatan fisik yang tidak memungkinkan untuk banyak gerak membuat saya biasa-biasa saja dan kembali lagi pada pikiran ketakutan, panik, dan cemas akan masa depan.  Bermula dari rasa kehilangan yang berulang, membuat saya tidak bisa berpikir jernih untuk menatap masa depan lebih baik, atau setidaknya berpikir semua orang berhak bahagia kok, kita saja belum. Teman dan keluarga pun menyadarkan saya untuk lebih mendekat ke agama atau lebih religius dalam beribadah, tapi ketenangan jiwa sendiri tidak saya temui disitu.  Ada satu kata-kata seorang Monk yang tidak sengaja saya baca di facebook, bahwa kesedihan itu bersifat sementara, kebahagiaan pun juga bersifat sementara, jadi bagaimana dengan diri kita menyikapinya.