Langsung ke konten utama

perkenalkan blog baru saya



Halo akhirnya saya membuat blog baru lagi , , ,
Yaaa sudah dipastikan ini blog saya yang kesekian, dan mungkin juga bisa dipastikan untuk kesekian kalinya blog ini tidak saya urus lagi,ah semoga saja tetap saya urus. Mengapa blog lama saya tidak terurus lagi, karena lama-lama pasti saya malu juga baca tulisan tidak bagus dan terlalu emosional (re : alay). Mungkin blog ini sama seperti nasib blog lain yang akan di deactive, menulis bukan perkara mudah atau susah, apalagi kalau digandeng-gandengkan dengan mood, atau tidak cocok pula jika dihubungkan dengan fengshui rumah seseorang mempengaruhi tulisan. Ciee gitu amat yaaa.
Di tengah kesibukan yang sungguh tidak sibuk atau menikmati liburan walaupun sudah tidak sekolah (baca : nganggur sementara) akhirnya saya putuskan untuk memulai menulis blog baru dengan tulisan yang tidak penuh referensi atau mungkin nanti hasil copas sana–sini. Misalkan saja, soal resep masakan hingga khasiat jamu kesehatan wanita, bisa juga ditambah cerita persahabatan saya dengan kucing-kucing di rumah.  Sudah pasti bisa dipastikan (apaan nih bahasanya) blog baru saya sengaja dibuat untuk mengisi waktu luang, jauh dan bebas dari curhatan pribadi, sedih, galau meracau dan menye-menye.
Saya rasa tulisan saya  sudah sangat tidak menarik lagi, terlebih setelah selama setahun berhenti menulis yang mode lucu-lucu ginian diganti skripsi yang berulang kali revisi, ditambah pula masalah pribadi remaja di awal dua puluh tahunan.
Awalnya untuk membuat blog baru saja saya agak ragu apakah nanti ada yang membaca atau sekedar tempat sampah saya saja membuang unek-unek.  Ah yasudah nantikan edisi postingan-postingan saya selanjutnya semoga bermanfaat :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kerja di kebun binatang

Nah usia sudah menginjak sepermpat abad, tetapi pilihan-pilihan untuk menata karir yang pasti belum terpikirkan, msih bercabang mikir kesana dan kesini.Yaa akhirnya saya memilih meninggalkan pekerjaan lebih tepatnya bersama lingkungan yang lama untu memasuki pekerjaan baru, yang mungkin lebih memberikan hasil bagi saya. Cita-cita yang tidak mentok setelah kerja membuat bingung pijakan apa buat lompatan selanjutnya.  Nah mungkin masalah galau pekerjaan bukan cuma saya saja yang mengalami, tetapi juga rekan sekitar saya. Kami ingin berkembang melalui wirausaha tapi orang tua belum cukup percaya.  Usaha pun kembali saya rintis dengan teman-teman juga dimulai dengan modal alakadarnya, hasilnya belum diketahui. Mungkin tulisan ini sedikit curhatan galau tidak menarik bagi saya, tapi kalau boleh di ulang atau diingat lagi, saya mulai malas bekerja karena terakhir pekerjaan saya cukup menyenangkan, adaptasi dengan pekerjaan kantoran cukup rumit. Oh bisa saja bukan pada adaptasi ...

Pencapaian Menjelang Akhir Tahun 2016

Sudah hampir penghujung 2016, dan karena kesibukan saya akhir-akhir ini jadi tidak sempat menuliskan catatan atau mengarsipkan cerita. Tahun 2016 bisa dibilang tahun pendewasaan bagi saya, ada kehilangan dan ada juga pencapaian baru. Tahun yang benar-benar mengajarkan saya untuk belajar dan terpaksa menjadi dewasa. Pengalaman baru apa yang kita inginkan belum tentu diamini untuk kita pun sebaliknya. Tahun 2016 mengajarkan juga untuk ikhlas dan lebih legowo, berani mencoba dan mengambil tantangan baru.  Ahh semakin dewasa semakin ingin bersyukur dan banyak berdoa. Di akhir agustus 2016 saya dipertemukan dengan orang baru dan banyak hal baru, pilihan-pilihan spontan dan kecil saya ini lagi lagi membawa dampak besar. Semoga pilihan saya tidak keliru paling tidak masih di jalan yang benar. Semakin dewasa saya pingin ini - itu seperti belajar lagi, mencari peluang usaha baru, dan masih banyak banyak ah rasanya tidak sabar  merealisasikannya.

Axiety Tidak Kunjung Hilang

 Secara sadar saya telah mencoba untuk keluar dan mulai belajar self healing menghilangkan anxiety, menambah banyak pekerjaan, membaca buku, menulis, mendengarkan lagu, main game atau menonton youtube. Akan tetapi kondisi kesehatan fisik yang tidak memungkinkan untuk banyak gerak membuat saya biasa-biasa saja dan kembali lagi pada pikiran ketakutan, panik, dan cemas akan masa depan.  Bermula dari rasa kehilangan yang berulang, membuat saya tidak bisa berpikir jernih untuk menatap masa depan lebih baik, atau setidaknya berpikir semua orang berhak bahagia kok, kita saja belum. Teman dan keluarga pun menyadarkan saya untuk lebih mendekat ke agama atau lebih religius dalam beribadah, tapi ketenangan jiwa sendiri tidak saya temui disitu.  Ada satu kata-kata seorang Monk yang tidak sengaja saya baca di facebook, bahwa kesedihan itu bersifat sementara, kebahagiaan pun juga bersifat sementara, jadi bagaimana dengan diri kita menyikapinya.