Langsung ke konten utama

bercocok-tanam antara kesadaran atau tren masa depan

  Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sms dari teman lama,ia adalah teman saya waktu kami mengikuti sebuah  festival kesenian di Jogja. Singkat cerita setelah kami saling bertanya kabar, kami  juga menanyakan kesibukan masing-masing. Senang sekali rasanya, saat mendengar teman saya ini juga bergerak di bidang plantation, sama dengan isu yang saya sukai dan sedang saya kerjakan. Teman saya bergerak sendiri dan mengajak rekan, kerabat atau teman terdekatnya untuk menyebarkan bahwa kegiatan  bercocok tanam tidak terlepas dari kegiatan sehari-hari. Teman saya mulai menanam umbi-umbian, seperti kirut, ganyong, dan umbi-umbi lain. Teman saya juga menceritakan, bahwa media yang ia gunakan tidaklah rumit, dengan lahan yang sempit tanaman pun mulai menyesuaikan diri. Isu yang ingin disebarkan oleh teman saya adalah bahwa di kota pun padi dapat tumbuh, sehinggahal semacam ini bisa ditularkan pada anak-anak kota besar lainnya, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Isu inilah yang semulanya akan saya kembangkan di tempat kerja saya nanti, bahwa saya ingin menghidupkan lahan di tempat kerja yang sudah lama menganggur, seperti dengan menanam umbi-umbian, bumbu dapur, sayuran, buah dengan sistem perawatan yang bebas dari pestisida, mengapa saya katakana bebas pestisida,  menggunakan label organic itu sendiri sangat sulit, membutuhkan sertifikasi yang tidak mudah. Oke mari bercocok tanam kawan J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita cari uang

Ya saya tepat hampir enam bulan nganggur, tanpa penghasilan isinya main doang. Setiap pagi sehabis bangun tidur sekitar pukul 07.30 saya menyirami halaman juga beberapa tumbuhan dengan air sisa cucian, menjelang siang saya mandi. aktivitas sehari-hari di Rumah yaitu internetan dan tidur, kadang main dengan kawan lama. Kalau ditanya bosen atau tidak menganggur, tentu saya bosan. Saya tidak berpenghasilan sama sekali, hanya mengandalkan jula-beli barang bekas yang tidak seberapa, belum lagi akhir-akhir ini saya tidak jalan ke klithikan. Pasar klitikan yang biasanya saya kunjungi kabarnya terbakar. Mau dikata apa? Sosok teman saya semasa kuliah yang biasa-biasa saja, seperti malas mengerjakan tugaspun kini telah bekerja. Relasi antara pengangguran dan pekerja pun menjadi semakin menjauh.Teman saya yang sudah bekerja kini memandang saya (mungkin ini perasaan saya saja), seorang pengangguran yang mals-malasan dan tidak mau mencari pengalaman, nah di sisi lain mungkin juga beberapa teman se...

patner baru

30 oktober 2016 Setelah beberapa bulan tidak menulis blog, saya memutuskan untuk menulis kembali. Yaaay bulan memasuki bulan November dan akhir tahun saya merasa bahagia meskipun sibuk dan menua. Kesedihan saya sudah hilang, dengan kata lain sekarang saya memiliki patner baru walaupun tidak berapa lama kemudian harus dipisahkan jarak, tapi apalah jarak tak lagi menjadi masalah. Masalah lain justru muncul seperti masalah-masalah sebelumnya, hal hal yang membuat saya insecure huhu, biasalah wanita cewek yang memasuki fase usia 27 setelah krisis seperempat abad dan memasuki krisis-krisis lainnya. Oke hal tersebut bisa di skip. Tapi masalah yang sama dengan orang yang berbeda membuat saya berpikir ulang jangan-jangan kesalahan ada dalam diri saya sendiri :’( Toh rencana tetaplah rencana, kita hanyalah manusia dan Tuhan yang menentukan J .. !! Selamat berakhir pekan.

matcha matcha matcha

Jaman-jaman masih skripsi dan doyan nongkrong, aya suka banget minum matcha latte baik beli di kopi syoop premium maupun beli bubukan di Circle K, nah ini iseng-iseng googling ternyata nemu khasiat manfaat matcha  hihii,,, copas aja ya  sumbernya  dari ini www.facebook.com/ coffee plus, tapi gatau juga si sumber kopi paste dari mana, katanya dikutip dari berbagai sumber. Wah lumayan banyak juga khasiatnya, dulu saya beli cuma iseng dan karena rasanya enak, ealah bonus buat kesehatan juga, seneng deh rasanya :P *aduh bahasa nya berasa SPG jualan prodak* 6 Manfaat Bubuk Teh Hijau (Matcha) bagi kesehatan Bubuk Teh Hijau / Matcha Negara Jepang seperti kita tahu sangat terkenal dengan budayanya minum teh. Budaya yang telah berabad abad lamanya, telah menghasilkan berbagai minuman / bahan minuman yang berasal dari daun teh. Sencha, Gyokuro, Bancha dll adalah nama nama teh yang ada dalam budaya Jepang. Dan salah satu yang terkenal ialah Matcha yaitu bubuk teh ...