Langsung ke konten utama

Postingan

Pencapaian Menjelang Akhir Tahun 2016

Sudah hampir penghujung 2016, dan karena kesibukan saya akhir-akhir ini jadi tidak sempat menuliskan catatan atau mengarsipkan cerita. Tahun 2016 bisa dibilang tahun pendewasaan bagi saya, ada kehilangan dan ada juga pencapaian baru. Tahun yang benar-benar mengajarkan saya untuk belajar dan terpaksa menjadi dewasa. Pengalaman baru apa yang kita inginkan belum tentu diamini untuk kita pun sebaliknya. Tahun 2016 mengajarkan juga untuk ikhlas dan lebih legowo, berani mencoba dan mengambil tantangan baru.  Ahh semakin dewasa semakin ingin bersyukur dan banyak berdoa. Di akhir agustus 2016 saya dipertemukan dengan orang baru dan banyak hal baru, pilihan-pilihan spontan dan kecil saya ini lagi lagi membawa dampak besar. Semoga pilihan saya tidak keliru paling tidak masih di jalan yang benar. Semakin dewasa saya pingin ini - itu seperti belajar lagi, mencari peluang usaha baru, dan masih banyak banyak ah rasanya tidak sabar  merealisasikannya.

minggu

Minggu, 19 Juni 2016                 Karena hari minggu, saya memang bangun siang seperti menebus hari-hari lain yang harus bangun pagi. Rencana mencuci baju pun gagal, untungnya baju-baju kotor masih saya taruh di ember belum saya rendam, kalaupun sudah direndam mau tidak mau saya harus mencucinya. Ya hari ini hujan, tapi saya tidak mau mendramatisir menjadi hujan di bulan juni ala puis sapardi terlalu menyedihkan.                 Hari minggu karena hujan, saya putuskan bermalas-malasan di kamar seperti hari sabtu kemarin, tapi saya putuskan lagi untuk pergi ke perpus terdekat sayangya hujan membatalkan rencana saya, ya dan akhornya menulis ini hhehe.                 Tahun 2016 sudah mencapai pertengahan yang berarti saya harus menyelesaikan seluruh peke...

Cerpen 1

Tepat setahun aku tingggal di kota kecil ini, dan rasa nyaman mulai datang. Tak banyak kawan yang kumiliki disini, ya memang begitu. Di kota kecil dimana semua hal bebas dan layak untuk dikomentari meskipun bukan hal yang fundamental. Ah orang-orang disini terlalu sibuk mengurusi orang lain hingga lupa mengurus dirinya sendiri. Aku mengenal seseorang itu dalam suatu acara resmi kedinasan, saat itu tak sengaja ia mengajaku foto bersama tanpa tendensi apapun ku iyakan permintaanya, pertemuan kami berlanjut di kantin dan saling menukar nomor di atas kertas, karena hp kami mati. Ah lucu sekali. Kami satu kelas dalam pendidikan tersebut, aku akui dia cerdas. Sebelumnya aku ceritakan dulu, he is a good daddy mungkin juga a nice husband. Obrolan kami awal-awal hanya sekedar basa-basi hingga diapun juga akrab dengan teman-temanku yang lain. Pun sempat pula digosipkan dengan temanku, ah terlalu rumit ceritanya malas ak menjelaskan. Toh hal itu tidaklah penting. Kami bercerita via virtual...

rumah

KPR Sabtu pagi memang libur tapi kegiatan turun dilapangan tak bisa dihindari, kemarin siang saya dan ibu bos menuju destinasi yang akan “disidak”, dalam perjalanan yang lumayan cukup akrab kami membahas rencana rencana usaha, investasi dan renacana saya memiliki rumah disini. Beliau mengatakan mumpung harga tanah dan property belum terlalu mahal mbak, nanti lima tahun kedepan harganya selangit. Dalam hati akupun mengamini kalimat ibu bos. Belum erhenti soal membeli property saya pun diingatkan segera menikah, wah sepertinya memang membangun rumah tangga lebih rumit dibandingkan membangun rumah.  

Kota yang benar-benar sepi (literally)

Tepat di bulan maret tahun lalu aku pindah di kota ini, kota yang sepi. Di kota asing ini aku memulai dari awal, menghuni tempat baru, beradaptasi dan memulai pertemanan yang baru. Cukup sulit rasanya di usia seperempat abad untuk menyesuaikan dengan lingkungan mulai dari nol. Tapi bukankah manusia itu bersifat dinamis dan selalu menyesuakan keadaan, bukan keadaan yang menyesuaikan kita. Disini seperti halnya orang pada umumunya yang berpindah dengan harapan kehidupan lebih layak, nyatanya setahun ini sama saja. Hanya beberapa kerabat yang bangga akan profesi baru ini. Sayangnya setiap kali mengeluh pada beberapa kawan, kawanku selalu mengingatkan itulah pilihanmu, jangan menyesal !. Pada apapun itu akupun juga tidak pernah menyesal, menyakitkan atau membahagiakan sama saja toh semua hal dapat dilewati begitu saja. Meski sepi dan perih tetap saja aku bia menghirup udara segar, meski kenyataan pahit dan tak sesuai harapan tetap saja kita hidup. Hidup itu panjangng, mengeluh itu...

Energi Selow

Cara saya menghabiskan waktu menuju usia seperempat abad ialah mengikuti jejak kawan saya, yaitu sekolah lagi secara homescooling. Hal ini sejenis penelitian yang dilakukan secara pribadi untuk konsumsi pribadi, dan saya tertarik untuk mengikuti jejaknya. Saya baru menemukan ide penelitian hari ini. Ide itu ialah mendatangi kembali tempat wisata yang dulu sempat booming atau rame di tahun 80an hingga tahun 2000 awal. Bagaimana juga dapat dilihat bagaimana bentuk-bentuk destinasi maupun atraksi wisata jaman Orba. Apakah pengembangan wisata jaman orba ini berbeda dengan wisatajaman sekarang. Mungkin penelitian ini membutuhkan waktu yang lama dan pendalaman materi agar terlihat lebih jeru. Semoga tulisan saya nantinya tidak cethek dan mengulas lebih luas.. hehhe Penelitian ini sebenarnya lebih ke memory personal dari individu yang dulu pernah atau sempat melancong ke Yogyakarta, bisa jadi kita hanya mengenal Prambanan, Borobudur, Keraton, Kaliurang, Malioboro dan Pantai Parangtritis s...