Langsung ke konten utama

Kota yang benar-benar sepi (literally)



Tepat di bulan maret tahun lalu aku pindah di kota ini, kota yang sepi. Di kota asing ini aku memulai dari awal, menghuni tempat baru, beradaptasi dan memulai pertemanan yang baru. Cukup sulit rasanya di usia seperempat abad untuk menyesuaikan dengan lingkungan mulai dari nol. Tapi bukankah manusia itu bersifat dinamis dan selalu menyesuakan keadaan, bukan keadaan yang menyesuaikan kita. Disini seperti halnya orang pada umumunya yang berpindah dengan harapan kehidupan lebih layak, nyatanya setahun ini sama saja. Hanya beberapa kerabat yang bangga akan profesi baru ini.
Sayangnya setiap kali mengeluh pada beberapa kawan, kawanku selalu mengingatkan itulah pilihanmu, jangan menyesal !. Pada apapun itu akupun juga tidak pernah menyesal, menyakitkan atau membahagiakan sama saja toh semua hal dapat dilewati begitu saja.
Meski sepi dan perih tetap saja aku bia menghirup udara segar, meski kenyataan pahit dan tak sesuai harapan tetap saja kita hidup. Hidup itu panjangng, mengeluh itu pengecut.
12 Maret 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

nona atau nyonya di rumah sakit

Hari ini saya mengantarkan kawan, Titi namanya. Titi mengalami  sakit saat datang bulan, ia pernah berobat di Rumah Sakit Bethesda, duku mendapatkan vonis seperti myom. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk Titi ialah menikah terlebih dahulu, setelah itu baru bisa di tindak lanjuti.

diskon akhir bulan

Hari ini saya disuruh ibu untuk pergi ke sebuah Toko retail paling ternama di kota ini, rupanya ibu membaca sebuah Koran harian lokal yang memuat iklan diskon di pusat perbelanjaan tersebut. Ibu tertarik, soalnya dalam iklan tersebut tertulis “beli dua dapat satu”. Akhir bulan, uang sedang menipis hanya cukup untuk makan, ibupun belum gajian, tetapi karena termakan iklan tersebut ibu memaksa saya membelikan sandal, jika beli dua yang berarti dapat tiga maka  satu untuk ibu, satu untuk kakak perempuan saya dan satu bagian lagi tentu untuk saya. Promosi di akhir bulan ini bisa jadi sebuah musibah bagi yang menerima gaji di awal bulan tetapi memiliki hasrat belanja tinggi, juga musibah bagi penerima gaji di akhir bulan lalu habis dibelanjakan begitu saja. Sayateringat waktu kerja di kabupaten terpencll, saya mungkin sebulan sekali pergi ke kota dan sayapun mikir dua kali untuk belanja. Jaraka dan media meskipun di pedalaman, akhir bulan, dan uang pas-pasan sungguh tidak menja...

perempuan hebat

Saya Ngefans Mbaknya. .   . Pagi ini saat saya membuka laman facebook, salah satu istri dari teman saya memposting cukup panjang di status facebooknya. Biasanya saya cukup malas mengamati postingan-postingan teman saya yang tidak lebih dari sekedar keluhan, harapan atau doa-doanya yang diketik di statusnya, akan tetapi postingan istri teman saya ini cukup menarik, dan setelah saya membacanya pun dalam hati “Aku ngefans karo mbak’e iki.” Postingan dia adalah postingan akan keresahan sebagai kakak yang merasa gagal menjaga adiknya, juga dengan kondisi orang tua yang sudah tidak lagi sehat seperti dulu, si adik sedang terkena musibah yang mungkin bisa saja dianggap aib oleh orang-orang sekitar. Adik dari istri teman saya tersebut hamil di luar pernikahan, dan latar belakang keluarganya merupakan muslim yang taat. Oke dari cerita singkat ini kita tidak bolek asal melakukan tuduhan-tuduhan miring, karena kita tidak tau pasti ada apa dibelakangnya. Saya kagum terhadap sosok ka...