Langsung ke konten utama

kerja di kebun binatang

Nah usia sudah menginjak sepermpat abad, tetapi pilihan-pilihan untuk menata karir yang pasti belum terpikirkan, msih bercabang mikir kesana dan kesini.Yaa akhirnya saya memilih meninggalkan pekerjaan lebih tepatnya bersama lingkungan yang lama untu memasuki pekerjaan baru, yang mungkin lebih memberikan hasil bagi saya. Cita-cita yang tidak mentok setelah kerja membuat bingung pijakan apa buat lompatan selanjutnya. 
Nah mungkin masalah galau pekerjaan bukan cuma saya saja yang mengalami, tetapi juga rekan sekitar saya. Kami ingin berkembang melalui wirausaha tapi orang tua belum cukup percaya.  Usaha pun kembali saya rintis dengan teman-teman juga dimulai dengan modal alakadarnya, hasilnya belum diketahui.
Mungkin tulisan ini sedikit curhatan galau tidak menarik bagi saya, tapi kalau boleh di ulang atau diingat lagi, saya mulai malas bekerja karena terakhir pekerjaan saya cukup menyenangkan, adaptasi dengan pekerjaan kantoran cukup rumit. Oh bisa saja bukan pada adaptasi pekerjaan namun kegiatan atau kebiasaan sehari-hari. Kalau mulai balik lagi ke pekerjaan lama ini membosankan, saya belum mencoba di bidang lain.
Sore ini, say iseng tanya ke seorang teman yang kebetulan mantan pekerja casual di kebun binatang, saya menanyakan kira-kitra ada lowongan bekerja disana tidak. Teman saya mulai menceritakan ada lowongan, baiklah daripada saya nganggur mendingan saya masuk sana sambil iseng-iseng juga menunggu kerja yang sebenarnya. Saya belum mulai daftar tapi saya tertarik, ah selamat mencoba bagi saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nona atau nyonya di rumah sakit

Hari ini saya mengantarkan kawan, Titi namanya. Titi mengalami  sakit saat datang bulan, ia pernah berobat di Rumah Sakit Bethesda, duku mendapatkan vonis seperti myom. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk Titi ialah menikah terlebih dahulu, setelah itu baru bisa di tindak lanjuti.

diskon akhir bulan

Hari ini saya disuruh ibu untuk pergi ke sebuah Toko retail paling ternama di kota ini, rupanya ibu membaca sebuah Koran harian lokal yang memuat iklan diskon di pusat perbelanjaan tersebut. Ibu tertarik, soalnya dalam iklan tersebut tertulis “beli dua dapat satu”. Akhir bulan, uang sedang menipis hanya cukup untuk makan, ibupun belum gajian, tetapi karena termakan iklan tersebut ibu memaksa saya membelikan sandal, jika beli dua yang berarti dapat tiga maka  satu untuk ibu, satu untuk kakak perempuan saya dan satu bagian lagi tentu untuk saya. Promosi di akhir bulan ini bisa jadi sebuah musibah bagi yang menerima gaji di awal bulan tetapi memiliki hasrat belanja tinggi, juga musibah bagi penerima gaji di akhir bulan lalu habis dibelanjakan begitu saja. Sayateringat waktu kerja di kabupaten terpencll, saya mungkin sebulan sekali pergi ke kota dan sayapun mikir dua kali untuk belanja. Jaraka dan media meskipun di pedalaman, akhir bulan, dan uang pas-pasan sungguh tidak menja...

perempuan hebat

Saya Ngefans Mbaknya. .   . Pagi ini saat saya membuka laman facebook, salah satu istri dari teman saya memposting cukup panjang di status facebooknya. Biasanya saya cukup malas mengamati postingan-postingan teman saya yang tidak lebih dari sekedar keluhan, harapan atau doa-doanya yang diketik di statusnya, akan tetapi postingan istri teman saya ini cukup menarik, dan setelah saya membacanya pun dalam hati “Aku ngefans karo mbak’e iki.” Postingan dia adalah postingan akan keresahan sebagai kakak yang merasa gagal menjaga adiknya, juga dengan kondisi orang tua yang sudah tidak lagi sehat seperti dulu, si adik sedang terkena musibah yang mungkin bisa saja dianggap aib oleh orang-orang sekitar. Adik dari istri teman saya tersebut hamil di luar pernikahan, dan latar belakang keluarganya merupakan muslim yang taat. Oke dari cerita singkat ini kita tidak bolek asal melakukan tuduhan-tuduhan miring, karena kita tidak tau pasti ada apa dibelakangnya. Saya kagum terhadap sosok ka...